Teringat seorang teman yang sedang hamil besar (anak ke-2) mengurus ibunya yang lumpuh terbaring di tempat tidur, suatu hari tempat kami bekerja mengadakan acara sehingga pulang sudah agak larut melewati maghrib. Esoknya teman saya bercerita kalau kemaren waktu dia pulang rumahnya gelap, padahal sebelumnya dia sudah menelepon kerabatnya minta tolong untuk menutup jendela rumahnya karena ibunya ada dikamar dan menghidupkan lampu. Namun ternyata rumah didapati dalam keadaan gelap, ibunya sudah digigiti nyamuk..Astaghfirullahal'adziim, kerabat kandung tersebut tinggal di sebelah rumah mereka.
Pada suatu hari juga teman saya tersebut mengajak saya ke pasar, disana dia membeli nenas muda. Dalam hati dan pikiran saya terpikir sesuatu apakah ia akan menggugurkan kandungannya? hmm...saya tetap berhusnudzon kala itu. sampailah kami dirumah adik ipar nya, nenas di-juice dan ditambah ragi, akhirnya apa yang saya pikirkan ternyata benar adanya.
Alasannya dia ingin merawat ibunya dengan baik, tapi dengan keadaan hamil besar nanti dia merasa takut tidak sanggup merawatnya, memandikannya, dan lain sebagainya. Saya yang saat itu diajak untuk berbicara tentu saja melarang hal tersebut, selain juga karena DOSA BESAR rasanya tidak pantas seorang ibu berusaha membunuh anak kandungnya sendiri dengan alasan tersebut, di sisi lain ia mungkin mendapatkan pahala karena mengurus ibunya tapi di sisi lain mendapat dosa karena berniat membunuh anaknya. Mungkin saat itu teman saya sedang kalut...
Beberapa bulan kemudian ibunya masuk rumah sakit, beberapa hari dirawat dan akhirnya meninggal dunia, saya juga sedih...teman saya apalagi. Dalam keadaan hamil besar (proses menggugurkan kandungannya tidak sukses..alhamdulillah) dia tidak mau makan, minum, bersedih hati dengan sangat. Hingga akhirnya sedih tersebut berganti dengan kebahagiaan karena bayi keduanya lahir dengan sehat tanpa cacat sedikitpun, Masha Allah.
Cara setiap orang menghadapi masalah dalam kehidupannya memang berbeda-beda, ada yang bersabar, ada yang gegabah, ada yang memendam dan lain sebagainya. Mungkin apa yang terjadi padanya itu sudah TAKDIR yang harus ia jalani, saya pribadi pun entah apa yang akan saya lakukan jika berada di posisi dia.
Alhamdulillah, sampai hari ini teman tersebut sudah memiliki 3 anak (2 lelaki, 1 perempuan) semoga mereka selalu bahagia. Masha Allah. Amin.
" Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan : (Q.s Al-Insyirah : 6)
Sumber https://rumaysho.com/639-yakinlah-di-balik-kesulitan-ada-kemudahan-yang-begitu-dekat.html
Cara setiap orang menghadapi masalah dalam kehidupannya memang berbeda-beda, ada yang bersabar, ada yang gegabah, ada yang memendam dan lain sebagainya. Mungkin apa yang terjadi padanya itu sudah TAKDIR yang harus ia jalani, saya pribadi pun entah apa yang akan saya lakukan jika berada di posisi dia.
Alhamdulillah, sampai hari ini teman tersebut sudah memiliki 3 anak (2 lelaki, 1 perempuan) semoga mereka selalu bahagia. Masha Allah. Amin.
" Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan : (Q.s Al-Insyirah : 6)
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
Sumber https://rumaysho.com/639-yakinlah-di-balik-kesulitan-ada-kemudahan-yang-begitu-dekat.html
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
Sumber https://rumaysho.com/639-yakinlah-di-balik-kesulitan-ada-kemudahan-yang-begitu-dekat.html
Sumber https://rumaysho.com/639-yakinlah-di-balik-kesulitan-ada-kemudahan-yang-begitu-dekat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar