Sabtu, 24 Februari 2018

SOCIAL ENGINEERING

Beberapa hari yang lalu baca status seseorang di facebook mengenai penipuan lewat telepon dan mengaku customer service bank BUMN terkenal di Indonesia, mas customer ini menanyakan tentang data-data diri berkaitan dengan kartu ATM yang dimiliki nasabah tersebut. Yahh, mungkin karena tidak sadar itu penipuan atau tidak "ngeh" itu salah satu modus penipuan akhirnya ibu nasabah mengungkapkan identitasnya dan mas customer berhasil mengambil uang ibu nasabah sebesar 1 juta rupiah (karena ibu nasabah memakai sms banking dan akhirnya sadar uang nya diambil lalu melaporkan ke bank terdekat.)


Adik saya juga pernah waktu mau ambil uang di ATM, ada anak muda yang mengantri tapi gak punya ATM terus minta tolong transferkan pake rekening adik saya , katanya dia bakal langsung ganti uangnya cash, tapi karena ketidakpercayaan (dan ketiadaan uang :D) adik cuma bilang uangnya gak cukup. :)

Kalo pengalaman saya pribadi mengenai hadiah pulsa dari telkomsel, saya dapat bonus pulsa 500.000 cuma karena waktu itu situasinya saya lagi rempong gendong anak, dan waktunya makan siang jadi saya jawab sekedarnya dan langsung saya matiin tu telpon, nelpon balik gak saya angkat lagi karena saya menyadari itu penipuan dan saya juga sibuk meladeni hal-hal kayak gitu.

                                                               Sumber gambar : disini

Baru tau saya ternyata semua kasus diatas disebut SOCIAL ENGINEERING yaitu manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia yang umumnya dilakukan melalui telepon & Internet (Wikipedia).

Berikut saya lampirkan kasus yang saya dapat dari Grup Whatsapp agar kita sama-sama bisa mawas diri atau waspada, bukan berarti menolak tandanya kita tidak baik ya. Namun semua kembali kepada diri kita msing-masing kalau rasanya perlu untuk ditolong ya ditolong insyallah Allah akan membalas semua kebaikan kita. Aamiin yaa rabbal'alamiin.


"Dear Friends,
Ini harus dibaca sampai habis
Agar dapat pengetahuan apa itu Social Engineering

- Social Engineering -

Sebulan lalu saya mengantar isteri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil.

Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.

"Jadi begini bu," ujar salah seorang diantaranya. "Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang."

"Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda," sahut isteri saya.

"Kenapa bu?," tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. "Ibu tidak percaya kepada kami?"

"Ya, saya tidak percaya kepada kalian," sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.

"Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak."

"Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu."

Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.


Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.

"Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit," katanya sembari menatap saya. "Bisakah saya menitipkan kopor saya kepada Bapak?"

Saya langsung menggeleng.

"Maaf pak, saya tidak bersedia," jawab saya tegas.

"Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?"

"Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda."

"Terus saya harus bagaimana?"

"Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya."

Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya
mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.


Itulah social engineering, Sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu.

Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax. Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.

semoga berguna 👍
Kata kata seperti ini:

"Bapak gak percaya dgn saya ?"

Biasa nya kita jadi sungkan krn takut menghina mereka lalu kita jawab:

"Bukan begitu...tapi......."

Nah disaat itu, kita menempatkan diri dibawah mereka.

Harusnya langsung saja jawab :

"IYA...SAYA GAK PERCAYA KALIAN.."
persis dalam cerita diatas. Mulai itu penjahat tahu kita bukan calon korban yg lemah.

Tak perlu izin untuk men-share kalau anda rasa ini bermanfaat untuk yg lain supaya tdk menjadi korban."


Untuk pengetahuan lebih lanjut mengenai social engineering, teman-teman bisa tanya ke om gugel yah biar lebih jelas dan tetap waspada ya.




Umar bin Khattab ra mengatakan bahwa "Waspada adalah bagian dari takwa".




Salam Hangat, 
24/02/2018






Tidak ada komentar:

Posting Komentar