Di tengah pandemi yang entah kapan selesainya ini, kekhawatiran kita sebagai orang tua adalah ketika anak sakit yang membuat kita was-was untuk membawa anak berobat kerumah sakit terdekat.
Anak saya muntah-muntah dan badannya hangat dari selasa sore, beli obat penurun demam di apotik terdekat dahulu untuk pertolongan pertama tapi sampai kamis pagi ini demam nya masih belum turun, akhirnya saya dan pak suami memutuskan membawa anak kerumah sakit terdekat.
Dengan semakin maraknya varian baru covid-19 omicron, kerumah sakit adalah hal terakhir yang harus dilakukan jika anak belum menunjukkan tanda-tanda membaik dari sakitnya.
Seperti biasa, sebelum menuju ke bagian pendaftaran cek suhu tubuh orang tua trus ditanya gejala pada anak apa aja, di saya anak mengalami demam dan batuk (gejala-gejala yang sama dengan covid) jadi anak mesti ke IGD di lantai bawah dulu untuk skrining. Cek suhu tubuh anak, berat badan, kemudian bagian IGD menelepon ke bagian pendaftaran jika sesuai prosedur dirasa anak bisa bertemu dengan dokter anaknya maka bisa langsung ambil antrian. Di anak saya, suhu tubuh sekitar 35° C.
Naik lagi ke lantai atas, ambil antrian kemudian dipanggil untuk mendaftar, menunggu dipanggil ke bagian poli anak, ketemu dokter, ambil obat dan langsung pulang. Syukurlah, tidak ada yang serius hanya common cold.
Selalu berdoa, insha Allah pandemi ini benar-benar segera berlalu dan habis dari dunia ini. Bisa menjalani kehidupan tanpa masker pastinya, anak bisa sekolah seperti emak bapaknya dulu sekolah. ðŸ¤ðŸ¤
Salam sehat untuk kita semua, untuk anak-anak kita dan keluarga ❤❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar